Bersemangat, Bupati Ini Rela Lepas Baju untuk Disuntik Vaksin

- 7 Februari 2021, 07:00 WIB
Totalitas Bupati Bungo buka baju demi terima vaksin
Totalitas Bupati Bungo buka baju demi terima vaksin /Antara/

KABAR TEGAL - Bupati Bungo H Mashuri menunjukkan totalitasnya menjalani vaksinasi COVID-19 dosis pertamanya, bahkan sampai rela membuka baju koko yang dikenakannya untuk memudahkan penyuntikan yang dilakukan vaksinator, Sabtu.

Pada kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Bungo tersebut merupakan kegiatan penyuntikan vaksin pertama di Kabupaten Bungo. Bupati Mashuri menjadi orang pertama daerah itu yang mendapatkan vaksin dari Sinovac itu.

"Vaksinasi ini sebagai ikhtiar dan langkah pemerintah untuk bisa menyelamatkan masyarakat dari pandemi ini, dan bagian dari percepatan penanganan COVID-19," kata Bupati Mashuri yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bungo Hj Verawaty dan Kepala Dinas Kesehatan Bungi Safaruddin Matondang.

Baca Juga: Kesaksian Nakes Penerima Vaksin : 'Sedikit Pegal Kaya Suntik Biasa'

Bupati yang mengenakan baju koko warna hijau dan bermasker medis tersebut kesulitan menyingsingkan lengan baju panjang bagian kirinya untuk sampai ke pangkal lengan guna penyuntikan.

Sigap dengan kondisi itu, ia membuka kancing bajunya serta membuka sebagian bajunya sehingga petugas kesehatan atau vaksinator bisa melakukan injeksi vaksin.

Saat divaksin, yang juga disaksikan Wabup Safrudin Dwi Apriyanto itu, Bupati memilih memalingkan muka tak melihat proses penyuntikan.

Pada tahap pertama, Kabupaten Bungo mendapat alokasi vaksin COVID-19 produk Cinovac sebanyak 4.360 dosis. Mereka yang mendapatkan vaksin tahap pertama selain bupati juga Forkopimda, sejumlah tokoh masyarakat serta tenaga kesehatan.

Baca Juga: Perusahaan Novavax Rilis kabar Vaksin Yang di Kembangkannya Memiliki Persentase Efektif Mencapai 89,3 Persen

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 diawali dengan skrining kesehatan calon penerima vaksin, karena hanya mereka yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang bisa mendapatkan vaksin itu. Selain itu penyintas COVID-19 juga tidak mendapatkan vaksin itu.

Halaman:

Editor: Lazarus Sandya Wella

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah