DPUPR Kabupaten Tegal Mulai Perbaiki Jembatan Kalierang Balapulang yang Alami Longsor

- 27 Maret 2024, 09:00 WIB
Pemasangan box culvert menggunakan alat berat saat pembuatan dinding pondasi untuk menahan tebing di samping jembatan Kalierang yang longsor.
Pemasangan box culvert menggunakan alat berat saat pembuatan dinding pondasi untuk menahan tebing di samping jembatan Kalierang yang longsor. /Dok. Humas Pemkab Tegal/

KABAR TEGAL - Jembatan Kalierang di Desa Cilongok Kecamatan Balapulang yang mengalami longsor pada bagian pondasi akibat curah hujan yang tinggi membuat warga yang melintas merasa khawatir. Pasalnya, jembatan berusia seratusan tahun ini merupakan akses jalur alternatif yang menghubungkan tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Balapulang, Bojong, dan Jatinegara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo, mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan jembatan Kalierang melalui kegiatan pemeliharaan rutin.

“Jembatan tersebut mengalami longsor pada bagian pondasi pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2024 lalu dengan panjang longsor 25 meter, lebar 12 meter dan tinggi 11 meter. Longsor ini terjadi pada sayap-sayap jembatan di sisi barat,” kata Teguh, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 26 Maret 2024.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Protokol di Kabupaten Tegal Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran 2024

Awalnya pihaknya sudah merencanakan dan mengusulkan perbaikan jembatan ini sejak tiga tahun lalu lewat pendanaan APBD Kabupaten Tegal. Rencana tersebut belum bisa terealisasi karena kendala besaran anggaran yang tidak mencukupi untuk pembangunan jembatan baru sebagai penggantinya.

“Rencananya kita akan merubah bentang jembatan menjadi 10 meter dan perubahan lokasi jembatan. Karena trasenya bergeser ke sisi selatan menjadikan rencana pembangunan jembatan ini tertunda beberapak kali, terutama saat kebijakan refokusing anggaan diterapkan di tahun 2020 dan 2021 untuk penanganan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Pemda juga sudah berupaya menganggarkan kembali pembangunan jembatan ini di tahun 2023 dan 2024 senilai Rp3 miliar. Namun dari alokasi anggaran tersebut baru bisa digunakan untuk pembelian rangka jembatan dan biaya konsultan perencana serta pengawas.

Baca Juga: BI Tegal Gandeng Walisongo Halal Center Gelar Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal dan Fasilitasi Halal UMKM

Selain itu ada pula alokasi anggaran senilai Rp200 juta tahun ini untuk pemeliharaan rutin jembatan. Anggaran inilah yang kini digunakan untuk memperbaiki tebing di sisi sayap pondasi jembatan yang mengalami longsor, selain perbaikan rangka yang mengalami kerusakan serta perbaikan saluran.

“Idealnya untuk perbaikan jembatan ini secara keseluruhan memerlukan biaya Rp10 miliar. Kebutuhan tersebut sampai pada pembaharuan pondasi, bronjong, hingga stordam untuk membuat tanah di sekitar sungai menjadi stabil,” jelasnya.

Meskipun salah satu sayap pondasi jembatan mengalami longsor, lanjut Teguh, warga tetap bisa melaluinya. Kendati demikian, beban muatan atau kendaraan yang melintas harus lebih ringan dari biasanya.

“Kita sudah pasang rambu-rambu pengaman bagi pengguna jalan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.*** 

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah