Luncurkan USAID Bebas-TB, Pemkab Tegal Targetkan Eliminasi TBC di Tahun 2028

- 29 Februari 2024, 15:27 WIB
Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud (tengah) saat peluncuran program USAID Bebas-TB di Covention Hall Hotel Grand Dian Slawi, Kamis, 29 Februari 2024.
Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud (tengah) saat peluncuran program USAID Bebas-TB di Covention Hall Hotel Grand Dian Slawi, Kamis, 29 Februari 2024. /Kabar Tegal/Dwi Prasetyo Asriyanto/

KABAR TEGAL - Pemerintah Kabupaten Tegal bekerjasama dengan USAID melakukan peluncuran USAID Bebas-TB untuk meningkatkan kualitas layanan TBC, khususnya di Kabupaten Tegal yang menargetkan eliminasi TBC di tahun 2028.

Program USAID Bebas-TB diluncurkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud di Covention Hall Hotel Grand Dian Slawi, Kamis, 29 Febuari 2024. Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya penyusunan rencana kerja terpadu penanggulangan TBC di Kabupaten Tegal.

Sekda Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, mengatakan bahwa Kabupaten Tegal merupakan salah satu Kabupaten dengan beban kasus tinggi. Tahun 2023 capaian penemuan kasus TBC SO sebesar 5.088 kasus (209%) dari estimasi 2430 kasus.

Baca Juga: Mentari Sehat Indonesia Nilai Eliminasi TBC di Kabupaten Tegal Perlu Komitmen dari Berbagai Stakeholder

Dari kasus yang ditemukan tersebut, yang memulai pengobatan 4.719 kasus (93%). Angka keberhasilan pengobatan (TSR) TBC SO berdasarkan kasus tahun 2022 sebesar 89% dari target 90%. Angka pasien putus berobat masih cukup tinggi yaitu sebanyak 289 pasien (6,5%). Sementara estimasi kasus TBC tahun 2024 sebesar 6.222.

"Masalah TBC bukan hanya masalah kesehatan, melainkan berkaitan erat dengan masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial mengingat pasien TBC harus menjalani pengobatan selama minimal 6 bulan yang berdampak pada produktivitas pasien dan keluarga," kata Amir.

Selain itu, kata Amir, stigma sosial dan kesadaran masyarakat tentang penyakit TBC yang mengakibatkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan.

Baca Juga: Tips Cegah Ancaman Hipertensi Sejak Dini, Terapkan Pola Hidup Sehat

"Maka dari itu penanggulangannya tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, namun membutuhkan sinergitas intervensi yang melibatkan multisektor, yang terdiri dari unsur pentaheliks (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media) serta peningkatan pemberdayaan masyarakat," terangnya.

Menurutnya, percepatan penurunan insiden dalam rangka eliminasi TBC hanya dapat dicapai melalui sinergi kolaborasi yang terpadu, dalam waktu yang bersamaan dan dalam skala besar serta melibatkan pemangku kepentingan termasuk yang berasal di luar sektor kesehatan karena TBC adalah masalah bersama, dan tentu saja tidak dapat diatasi hanya oleh bidang Kesehatan saja.

Halaman:

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah