Belasan Murid TK di Desa Kabukan Tarub Diduga Keracunan Susu Sapi Murni

12 Juni 2021, 13:59 WIB
Gedung Sekolah TK Mafatikhul Huda Desa Kabukan, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal / Kabar Tegal /Ade Windiarto /

KABAR TEGAL - Kasus keracunan yang menimpa siswa-siswi TK Mafatikhul Huda Desa Kabukan, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, masih menyisakan tanda tanya.

Kejadian yang menimpa belasan murid TK tersebut terjadi pada Jum'at 4 Juni 2021 pukul 09.00 WIB, dimana semua siswa-siswi mengkonsumsi susu sapi murni dari program sekolah setiap seminggu sekali.

Setelah mengkonsumsi susu sapi murni, pukul 12.00 WIB siswa-siswi termasuk beberapa guru mengalami keluhan mual, muntah, diare, dan pusing.

Baca Juga: P2G Menilai, Wacana Pajak Pendidikan Berpotensi Melanggar UUD 1945

Kemudian semua korban dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Tegal untuk dilakukan tindakan medis.

Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak rumah sakit, Pasien datang ke IGD RSI PKU Muhammadiyah Tegal dengan bertahap, mulai datang pasien pukul 15.00 sampai 20.00 WIB.

Jumlah korban total 21 pasien, dengan rincian 19 pasien rawat jalan terdiri dari 1 guru, 17 siswa, 1 anak pengantar susu, sedangkan 2 pasien di rawat yaitu 1 guru warga Purbasana Tarub dan 1 siswa warga Kabukan Tarub.

Baca Juga: Pembelajaran Jarak Jauh, Jeritan Siswa: Kami Harus Sekolah Tatap Muka

Pihak sekolah melalui Kepala Sekolah tidak mau mengeluarkan pernyataan terkait dengan kasus tersebut.

Sementara, Kepala Desa Kabukan, Adji Suroso menuturkan dirinya mengetahui kejadian itu malam harinya melalui Camat Tarub.

"Pas kejadian saya tidak tau persis, saya dapat informasi dari Bu Camat malam harinya," tuturnya, Selasa 8 Juni 2021. 

Sementara pemilik peternakan sapi yang berlokasi di Desa Kemanggungan Tarub, Taryono mengaku tidak tahu akan ada kejadian seperti itu, karena pihak sekolah sudah dua tahun lebih menjadi langganan.

"Setiap kamis sore rutinitas saya memerah sapi untuk di jual esoknya (Jum'at.red). Sebelumnya susu disimpan di freezer. Saat itu saya ada kepentingan ke luar kota dan pulangnya kaget ada kabar tersebut dari pihak konsumen," jelasnya.

Baca Juga: YLKI: Lebih Baik Naikkan Cukai Rokok daripada Pungut Pajak Sembako

Berdasarkan hasil temuan, usaha peternakan dan pemerahan susu sapi itu tidak memiliki ijin resmi dari dinas terkait, bahkan pihak Desa Kemanggungan melalui Sekdes, Ahmad Farihi mengungkapkan kalau usaha tersebut sama sekali tidak pernah mengajukan perijinan.

Setelah kejadian seperti itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal langsung mengambil sample susu perahan tersebut untuk dicek laboratorium terkait kandungannya.

Sampai berita ini diturunkan, Sabtu 12 Juni 2021, belum ada hasil dari proses cek laboratorium.***

Editor: Lazarus Sandya Wella

Tags

Terkini

Terpopuler