Gempar Tsunami Setinggi 25 Meter di Jawa Timur, BMKG: Masyarakat Tidak Perlu Panik

- 4 Juni 2021, 10:37 WIB
Ilustrasi Tsunami di lautan
Ilustrasi Tsunami di lautan /Unsplash/Todd Turne

KABAR TEGAL- Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tak perlu panik dengan tsunami Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Jumat, 4 Juni 2021.

Dia mengatakan sebenarnya informasi terkait adanya kemungkinan tsunami Jawa Timur tidak perlu membuat masyarakat panik.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Terjadinya Gempa Berkekuatan 8 Magnitudo Hingga Tsunami Setinggi 30 Meter di Pulau Jawa

Menurut Daryono, skenario terburuk tentang tsunami tersebut memang dibuat untuk merancang mitigasi.

“Gaduh tsunami Jatim, sebenarnya masyarakat tidak perlu panik karena model skenario terburuk itu dibuat untuk merancang mitigasi,” kicaunya, dikutip KabarTegal.com dari akun Twitter @DaryonoBMKG.

Daryono pun mengatakan tidak ada yang tahu terkait kapan tsunami setinggi lebih dari 25 meter tersebut akan terjadi.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan 6,2 Magintudo di Blitar tak Berpotensi Tsunami

“Kapan terjadinya juga tidak ada yang tahu,” kicaunya.

Oleh karena itu, Daryono mengatakan bahwa respons mitigasi yang dinanti tersebut bukan sebuah kepanikan.

“Jadi respons mitigasi yang dinanti bukan kepanikan, potensi itu sama untuk semua wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, hingga Sumba, bukan Jatim saja,” kicaunya.

Baca Juga: Jepang Dilanda Gempa Disusul Peringatan Tsunami, Ini Nomor Darurat KBRI di Tokyo!

Sebelumnya, BMKG mengingatkan adanya potensi gempa bumi berkekuatan magnitudo 8 dan potensi tsunami 30 meter.

Dalam sebuah webinar, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan secara umum wilayah Indonesia mengalami peningkatan intensitas gempa bumi.

“Secara umum, wilayah Indonesia mengalami lompatan kejadian gempa-gempa dengan berbagai magnitudo, rata-rata 4 sampai 5.000 kali sejak tahun 2008,” ujarnya.

Baca Juga: BNPB Salurkan Rp114 Miliar untuk Percepat Rehab-Rekon Pasca Tsunami Selat Sunda

Dwikorita Karnawati menambahkan bahwa sejak tahun 2017, yang tadinya empat hingga 5.000 kali menjadi lebih dari 7.000 kali. Bahkan, meningkat pada 2018 menjadi 11.900 kali.

Pesisir selatan Jawa Timur hingga Selat Sunda pun menjadi salah satu wilayah yang sangat rentan menghadapi potensi gempa bumi dengan kekuatan berskala besar.

Lebih lanjut, Dwikorita Karnawati mengungkapkan adanya potensi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 8,7 dan tsunami dengan tinggi lebih dari 25 meter.

Baca Juga: Berpotensi Tsunami, Ganjar Siapkan Desa Tangguh Bencana di Selatan Jateng

“Nah, sehingga kami menyusuri pantai mulai Jatim sampai Selat Sunda mencek yang kami khawatirkan dari catatan sejarah gempa-gempa yang kekuatannya di atas M7,0, diprediksi skenario terburuk kekuatannya M8,7. Kekuatan M8,7 ini bisa membangkitkan tsunami,” tuturnya.***

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x