Sasar Pasangan Usia Subur, Pemkab Tegal Gelar Workshop Skrining Layak Hamil

- 5 Agustus 2023, 17:20 WIB
  • KABAR TEGAL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal menggelar Workshop Skrining Layak Hamil. Upaya tersebut guna mencegah timbulnya risiko tinggi pada ibu hamil dan keselamatan bayi saat lahir.

Kegiatan yang diikuti oleh 348 pasangan usia subur (PUS) tersebut digelar di Hotel Grand Dian Slawi, beberapa waktu lalu.

Bupati Tegal Umi Azizah melalui Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Kabupaten Tegal Suspriyanti, mengatakan bahwa mencegah timbulnya risiko tinggi pada ibu hamil dan bayi ini membutuhkan peran banyak pihak, termasuk mencegah lahirnya bayi stunting memerlukan aksi konvergen, terutama pada intervensi gizi sensitif dengan sasaran PUS.

Baca Juga: Bupati Tegal Nilai Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Efektif Tekan Korupsi

Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya pengawalan dan edukasi kesehatan reproduksi pada PUS. Terlebih persoalan kesehatan ibu ini menjadi isu penting dalam visi pembangunan manusia, terutama menyangkut pelayanan kesehatan reproduksi.

Suspriyanti mengungkapkan, kasus kematian ibu selama pandemi lalu relatif tinggi. Tercatat jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Tegal tahun 2021 dan tahun 2022 mencapai 30 kasus kematian per tahunnya. Sementara di tahun 2023, sampai dengan akhir bulan Juni lalu tercatat ada sembilan kasus kematian ibu hamil.

“Sehingga upaya mengoptimalkan cakupan dan layanan program KB (Keluarga Berencana) masih harus ditingkatkan,” kata Suspriyanti, sebagaimana rilis yang diterima Kabar Tegal pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Baca Juga: Sebar Sarapan Presisi, Cara Unik Satlantas Polres Pemalang Ajak Pengendara Patuhi Aturan Lalu Lintas

Di sisi lain, pihaknya menyadari ada persoalan terkait kasus kematian bayi di Kabupaten Tegal yang meskipun mengalami penurunan setiap tahunnya, tapi upaya untuk mencegahnya harus terus dikedepankan.

Berdasarkan laporan Dinkes tahun 2022 tercatat angka kematian bayi baru lahir usia 0-28 hari di Kabupaten Tegal mencapai 4,3 persen dengan penyebab utamanya berat badan bayi rendah.

“Hal ini tentu menjadi perhatian kita untuk mengatasi permasalahan ini. Tapi permasalahannya tidak cukup sampai bayi lahir saja, permasalahan lain yang perlu diperhatikan ialah bagaimana bayi atau anak dalam perkembangannya ini tidak mengalami kekurangan gizi yang berakibat stunting,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah