Anggota DPR Dewi Aryani Upayakan Penambahan Kuota Vaksin untuk Kabupaten Tegal Hingga Dua Kali Lipat

- 3 Agustus 2021, 13:56 WIB
Kadinkes Kabupaten Tegal, Hendadi, mengapresiasi program vaksinasi yang dilakukan Anggota DPR RI Dewi Aryani di Kabupaten Tegal
Kadinkes Kabupaten Tegal, Hendadi, mengapresiasi program vaksinasi yang dilakukan Anggota DPR RI Dewi Aryani di Kabupaten Tegal /Kabar Tegal//Sandy

KABAR TEGAL - Kelangkaan vaksin yang sempat terjadi di Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu membuat Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani melakukan upaya maksimal untuk memecahkan permasalahan tersebut. 

Dewi Aryani yang adalah Anggota Komisi IX (Kesehatan dan Ketenagakerjaan) salah satu mitranya adalah Kementerian Kesehatan, berhasil memperjuangkan penambahan kuota vaksin yang sebelumnya hanya dialokasikan kurang dari 10 ribu dosis vaksin menjadi diatas 20 ribu dosis vaksin untuk pendistribusian bulan Agustus ini. 

Alokasi vaksin untuk bulan Agustus dari yang sebelumnya hanya 10.000 dosis kini bertambah menjadi 23.448 dosis vaksin. Dibagi 3 pos diantaranya Dinkes sebanyak 11.724 dosis, TNI 5.862 dosis, dan Polri 5.862 dosis.

Selain itu, Dewi Aryani belakangan ini juga kerap melakukan program vaksinasi bagi masyarakat umum dengan target sasaran 1.000 penerima per minggunya, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Anggota DPR Dewi Aryani Gelar Vaksin Perdana Bagi 100 Kaum Difabel di Kabupaten Tegal

Hal tersebut sangat diapresiasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi. Ketika ditemui di kantornya, Selasa (3 Agustus 2021) Hendadi menyebut upaya yang dilakukan Dewi Aryani sangat membantu percepatan program vaksinasi yang tengah dijalankan Dinkes Kabupaten Tegal. 

"Alhamdulilah, berkat kemitraan yang baik antara Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dengan Ibu Dewi Aryani, program vaksinasi yang dilakukan oleh Ibu Dewi dapat mempercepat tercapainya kekebalan komunal masyarakat di Kabupaten Tegal," jelas Hendadi. 

Hendadi juga menerangkan, keterbatasan vaksin yang terjadi belakangan ini dikarenakan kuota vaksin yang sebelumnya sudah dialokasikan oleh negara pengimpor, dikurangi jumlahnya karena kasus Covid-19 di negara produsen tengah mengalami lonjakan. 

"Pemerintah pusat tengah berupaya mencari solusi dan melakukan negosiasi agar kuota vaksin dari negara produsen bisa sesuai dengan permintaan awal. Tapi lagi-lagi covid ini unprecdictable, jadi semua diluar dugaan," terang Hendadi. 

Baca Juga: Sasar 1.000 Penerima Vaksin Per Minggu, Dewi Aryani Libatkan 100 Tenaga Kesehatan

Halaman:

Editor: Lazarus Sandya Wella


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah