Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Brebes Kukuhkan Relawan Patroli Cyber

- 11 Desember 2023, 19:30 WIB
Bawaslu Kabupaten Brebes, menggelar Pengukuhan dan Deklarasi Relawan Patroli Cyber (RPC) Kabupaten Brebes
Bawaslu Kabupaten Brebes, menggelar Pengukuhan dan Deklarasi Relawan Patroli Cyber (RPC) Kabupaten Brebes /Sri Yatni/Kabar Tegal

KABAR TEGAL - Menghadapi Pemilu Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, menggelar Pengukuhan dan Deklarasi Relawan Patroli Cyber (RPC) Kabupaten Brebes, di King Royal Hotel Brebes, Pekan lalu.

RPC dibentuk, melibatkan kalangan mahasiswa, Dinkominfotik Brebes, dan pihak kepolisian setempat

“Relawan ini bertugas melakukan pengawasan konten internet seperti konten hoax atau berita-berita palsu, ujaran kebencian dan politisasi suku, agama, ras dan agama (Sara),” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Brebes Trio Pahlevi melalui Komisioner Bawaslu lainnya Rudi Raharjo kepada awak media.

Baca Juga: Hindari Politik Uang Guna Hadirkan Pemilu 2024 Jujur dan Adil

Pihak Bawaslu Brebes, menurut Rudi sengaja melibatkan mahasiswa dari sejumlah kampus di Brebes, seperti Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Universitas Peradaban, Institut Agama Islam Al Hikmah 1 Benda, STAI Al Hikmah 2, STAI Brebes, STIE Widya Manggalia, Stikes Brebes, STIMIK Muhammadiyah, AKPER Al-Hikmah 2 Benda, UPS Tegal, Media, dan anggota RPC Bawaslu Provinsi Jawa Tengah,

“Kegiatan ini mengikutsertakan kaum muda yang tergolong sebagai Generasi Z agar, Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang merupakan program Bawaslu RI bisa tercapai,” jelas Rudi.

Menurut Rudi, pada pemilu tahun 2024 akan diikuti oleh 60 persen generasi muda, untuk itu generasi muda diharapkan bersama-sama melakukan pengawasan khususnya di dunia digital.

Baca Juga: Ada Flash Sale Mobil, Cek Daftar Promo Bombastis di Puncak 12.12 Birthday Sale

Sebagaimana diketahui bersama Generasi Z ini yang paling dekat dengan dunia internet baik media sosial ataupun platform lainnya.

"Perlu dipahami bahwa potensi pelanggaran Pemilu Tahun 2024 ini bukan hanya di dunia nyata, namun di dunia maya maupun dunia digital pun sangat berpotensi adanya pelanggaran. Misalnya saja informasi hoax, politisasi SARA, ujaran kebencian dan kampanye hitam melalui dunia maya. Maka inilah salah satu dasar kita melaksanakan kegiatan hari ini,” ujar Rudi.

Halaman:

Editor: Dessi Purbasari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah