Anggota DPR Sebut Pemecatan Pinangki oleh Kejaksaan Agung Terlambat

- 8 Agustus 2021, 06:10 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan sebut pemecatan Pinangki oleh Kejaksaan Agung terlambat.
Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan sebut pemecatan Pinangki oleh Kejaksaan Agung terlambat. /Dok. DPR RI/

KABAR TEGAL - Kasus Pinangki terus menyita perhatian publik, belum habis rasa keadilan masyarakat terganggu dengan rendahnya vonis hukuman terhadap dirinya, kini masyarakat disuguhi dengan pemecatan beliau sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Meskipun dinyatakan dipecat, menurut Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan, keputusan ini jelas terlambat.

"Peristiwa ini wajib dievaluasi, bagaimanapun Kejaksaan Agung adalah Lembaga Penegak Hukum sehingga mau tidak mau menjadi salah satu wajah penegakan hukum di tanah air," papar Hinca dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Baca Juga: Harga Gabah Anjlok, DPR RI Desak Pemerintah Lakukan Intervensi saat Pandemi

Dia mengungkapkan, karena pemecatannya baru dilakukan sekarang kesan di publik tidak baik. Mayoritas publik beranggapan bahwa Pinangki baru dipecat setelah desakan publik deras mengalir.

Yang terakhir, desakan pemecatan disampaikan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang mengungkap ke publik fakta bahwa Pinangki masih menerima gaji dan masih berstatus ASN.

Hinca pun menyarankan perbaikan di tubuh Kejaksaan Agung, agar lebih profesional dalam menyelesaikan suatu perkara.

Baca Juga: Jaksa Cantik Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara

Saat ada oknum dari Kejaksaan RI yang terbukti bersalah secara hukum, sudah menjadi kewajiban Kejaksaan RI untuk bertindak tegas.

"Jangan sampai ada anggapan dari masyarakat bahwa ada pihak yang diistimewakan hanya karena pangkat dan kedudukannya. Ingat prinsip Equality before the law adalah kunci negara hukum berkeadilan," ujar Politisi dari Fraksi Demokrat ini.

Pinangki divonis Pengadilan Tinggi Jakarta pada 14 Juni 2021. Sementara baru resmi di pecat, per 5 Agustus 2021.

Baca Juga: Vaksin Berbayar Kimia Farma, Anggota Komisi IX DPR RI: Jangan Cari Untung dari Rakyat!

Argumentasi dari Kejaksaan RI menyatakan bahwa proses pemecatan menunggu status inkracht setelah Jaksa dan Pinangki dipastikan tidak melakukan Kasasi.

Padahal jangka waktu untuk mengajukan Kasasi hanya sebatas 14 Hari. Maka secara normatif, seyogyanya Keputusan Pemecatan dengan tidak hormat tersebut sudah bisa dikeluarkan bulan Juli 2021.***

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x