IKM di Tegal Curhat Sepi Orderan Sejak Pandemi Covid-19, Berharap Pemerintah Turun Tangan Carikan Solusi

- 18 April 2024, 20:28 WIB
IKM di Kabupaten Tegal mengeluhkan sepi orderan sejak pandemi Covid-19, berharap Pemerintah Daerah ikut turun tangan mencari solusi.
IKM di Kabupaten Tegal mengeluhkan sepi orderan sejak pandemi Covid-19, berharap Pemerintah Daerah ikut turun tangan mencari solusi. /Istimewa/

KABAR TEGAL - Sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Tegal mengeluhkan sepi orderan semenjak pandemi Covid-19, beberapa tahun lalu. Tidak sedikit para IKM di daerah tersebut yang mengurangi jumlah karyawannya. Bahkan, ada beberapa IKM yang terpaksa menjual asetnya untuk menyambung hidupnya.

Salah satu IKM logam di RT 03 RW 01 Desa Kebasen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Imam Saputra (51), mengaku bahwa produksi Hydrant (alat safety kebakaran) di IKM miliknya menurun drastis.

Menurut Imam, kondisi tersebut terjadi semenjak Indonesia dilanda pandemi Covid-19, beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Lewat Kolaborasi, YDBA Tingkatkan Rantai Pasok IKM di Kabupaten Tegal

"Sebelum Covid-19, kami mampu memproduksi sebanyak 200 unit hydrant setiap bulannya, yang dipasarkan ke sejumlah kota dan luar pulau Jawa di Indonesia, seperti Medan, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Namun, sejak ada Covid-19 kami hanya mampu memproduksi 25 unit hydrant saja," kata Imam, Kamis, 18 April 2024.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya terpaksa merumahkan beberapa karyawannya karena biaya produksi membengkak dan sepi order. 

"Setelah Pemilu, kondisi kami juga semakin terpuruk. Jumlah karyawan cuma sisa empat orang saja. Sedangkan produksinya cuma 10 unit per bulan," terangnya.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Pelaku IKM, Pemerintah Kota Tegal Beri Wadah Gelar IKM 2021

Dia menjelaskan, hydrant adalah alat keamanan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Biasanya, hydrant ditempatkan di perkantoran, rumah sakit, pasar, di tepi jalan dan di beberapa lokasi yang rawan terjadinya kebakaran.

Dia berharap, keterpurukan ini supaya lekas berakhir. Selain itu, ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah untuk turun tangan mencarikan solusi agar slogan Tegal sebagai Jepangnya Indonesia bisa bangkit kembali.

Halaman:

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah