Waspada Hoaks Pesan Berantai Pendaftaran Kartu Prakerja

- 13 Oktober 2020, 08:04 WIB
Foto : Antara /

KABAR TEGAL - Sebuah pesan berantai tentang pendaftaran kartu prakerja beredar di aplikasi berbagi pesan seperti WhatsApp dan media sosial lain.

Pesan itu mengajak pengguna aplikasi untuk mendaftarkan diri lewat situs prakerja.vip demi memperoleh bantuan Rp600 ribu, terutama bagi pencari kerja, pekerja yang mendapatkan pemutusan hubungan kerja, serta untuk peningkatan kompetensi pekerja.

Berikut narasi yang beredar itu:

"Daftar Prakerja Sekarang
Dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan
Langkah untuk mendaftar Prakerja
Kunjungi situs https://prakerja[dot]vip
Isi formulir data diri
Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp
Bantuan akan dikirim melalui rekening bank
harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

https://prakerja.vip"

Pesan yang beredar tersebut adalah hoaks, pendaftaran resmi program Kartu Prakerja hanya melalui situs prakerja.go.id.

Akun resmi program kartu prakerja di Instagram juga telah mengklarifikasi pesan hoaks tersebut.

Pesan itu meminta masyarakat untuk tidak memberikan nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga (KK), nomor ponsel, alamat surat elektronik, atau data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya.

"Sobat Prakerja, mohon waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kartu Prakerja," demikian klarifikasi akun Instagram Kartu Prakerja pada Minggu (11/10).
 
Alamat resmi situs Kartu Prakerja adalah www.prakerja.go.id
 
Program bantuan dari pemerintah yang dikoordinasikan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu menyediakan nomor telepon bagi masyarakat untuk mengklarifikasi informasi resmi, yaitu 0800-150-3001. Nomor tersebut merupakan nomor bebas pulsa.

Sementara situs yang dicantumkan dalam pesan berantai bisa jadi merupakan situs penipuan (phising) yang beberapa kali juga muncul dalam berbagai bentuk informasi atau penawaran.***

Editor: Dasuki Raswadi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X