Aeshnina Azzahra Aqilani, Remaja 14 Tahun Ini Menjadi Perwakilan Indonesia di Plastic Health Summit

- 25 November 2021, 13:49 WIB
Aeshnina Azzahra Aqilani remaja putri yang baru mengijak usia 14 tahun sudah memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap lingkungan/kabar tegal
Aeshnina Azzahra Aqilani remaja putri yang baru mengijak usia 14 tahun sudah memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap lingkungan/kabar tegal /

KABAR TEGAL - Kepedulian seseorang terhadap lingkungan memang tidak bisa dilihat dari umur, hal tersebut dibuktikan oleh Aeshnina Azzahra Aqilani remaja putri yang baru mengijak usia 14 tahun sudah memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap lingkungan.

Aeshnina baru saja kembali ke Indonesia setelah dirinya dikirim ke Amsterdam mewakili Indonesia sebagai pembicara pada event Plastic Health Summit yaitu salah satu acara Plastic Soup Foundition.

Remaja putri yang biasa disapa Nina ini memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap perkembangan dan dampak akibat sampah pelastik untuk bumi ini.

Baca Juga: Akibat Sering Menonton Film Dewasa, Seorang Anak Tega Memerkosa dan Membunuh Tetangganya Sendiri

Pada event Plastic Health Summit Nina membahas masalah yang dialami banyak negara berkembang terutama Indonesia, dimana ia membahas masalah Waste Trade, yaitu masalah dimana tak sedikit negara maju yang menyelundupkan atau bahkan mengirimkan sampah secara ilegal ke Indonesia.

Dengan adanya tindakan tersebut tentu menyebabkan dampak negatif bagi alam Indonesia, tidak lain adalah terjadinya pencemaran lingkungan. Atas penyampaiannya Nina berhasil membuka mata para hadirin dan tak sedikit yang baru mengetahui hal tersebut.

"Ternyata banyak audiance yang baru tahu, kalau sampah-sampah mereka dibuang ke negara berkembang, bahkan ada yang sampai nangis ketika mendengarkan fakta tersebut," ungkap Nina.

Baca Juga: Warganet Ramai Ramai Ajak Report Lagu Adik Vannesa Angel, Tega Demi Cuan!

Nina menghabiskan waktu selama tiga pekan di Amsterdam, tidak hanya ia manfaatkan untuk berlibur, Nina pun berkesempatan melihat langsung pabrik daur ulang plastik (Plastic Recycling Center) yang hanya ada satu di Amsterdam.

Nina juga mendapat kesempatan dimana ia bisa bertemu dengan seorang peneliti yang sedang meneliti mikroplastik yang ditemui di dalam plasenta, darah, dan buah. Dari penelitian tersebut Nina mengetahui apa saja dampak dari mikroplastik terhadap manusia.***

Editor: Lazarus Sandya Wella


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X