Menteri BUMN Erick Thohir Sindir Toilet SPBU Harus Bayar, Padahal sudah Untung Banyak

- 23 November 2021, 06:59 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir komentari WC Umum SPBU Pertamina yang harus bayar /Instagram @erickthohir
Menteri BUMN Erick Thohir komentari WC Umum SPBU Pertamina yang harus bayar /Instagram @erickthohir /Erick Thohir

KABAR TEGAL – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengkritik toilet umum di sebuah SPBU Pertamina yang harus bayar. Padahal menurutnya pihak SPBU sudah mendapatkan keuntungan yang banyak dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) dan toko di dalam area SPBU.

Video kritik Erick Thohir mengenai toilet SPBU Pertamina berbayar itu diunggah pada akun akun Instagram pribadinya @erickthohir pada Senin, 22 November 2021.

“Kan udah dapat (untung) dari jualan bensin, udah gitu ada juga toko kelontong, jadi masyarakat mustinya dapat fasilitas tambahan,” ujar Erick Thohir.

Baca Juga: Setelah Melakukan Restrukturisasi, Erick Thohir Tetapkan 7 BUMN yang Akan Ditutup

Dirinya menyebut fasilitas tambahan seperti toilet umum layak didapatkan oleh masyarakat. Diketahui Erick Thohir mengkritik toilet umum SPBU Pertamina di Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur. Diduga saat itu dirinya telah memakai fasilitas umum di SPBU Pertamina tersebut.

Erick Thohir juga sempat berbiara engan seorang pria penjaga toilet umum di SPBU Pertamina itu. Dirinya menanyakan kepada pria penjaga toilet umum itu tentang status kepemilikan SPBU Pertamina tersebut.

Diketahui SPBU Pertamina itu dikelola oleh pihak swasta, sehingga fasilitas toilet umum di pom bensin tersebut perlu membayar biaya sewa dan perawatan.

Baca Juga: Setelah Melakukan Restrukturisasi, Erick Thohir Tetapkan 7 BUMN yang Akan Ditutup

Pengunjung yang buang air kecil dikenakan tarif Rp2.000, sedangkan bagi yang mandi Rp4.000.

“Sama yang punya dikontrak kalau mau pakai bayar Rp2.000 kalau kencing, mandi Rp4.000,” tutur pria penjaga toilet umum itu.

Halaman:

Editor: Lazarus Sandya Wella


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X