Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disebut Sebagai Jebakan China

- 12 September 2021, 08:14 WIB
Ilustrasi kereta cepat.
Ilustrasi kereta cepat. /PeterW1950/PIXABAY

KABAR TEGAL - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, lagi-lagi membuat kritikan pedas. Kali ini dirinya mengomentari proyek kereta cepat Jakarta - Bandung.

Said Didu mengatakan bahwa proyek yang dibangun melalui kerja sama dengan China ini merupakan bagian dari proses aneksasi China di Indonesia.

Proyek kereta cepat Jakarta - Bandung terus menjadi sorotan publik setelah pembangunannya mengalami pembengkakan yang signifikan.

Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jokowi: Progres Pembangunan 73 Persen

Dari sebelumnya ditaksir senilai Rp 86,67 triliun, kini membengkak hingga senilai Rp114,24 triliun.

Dalam akun twitter pribadinya, awal pekan lalu, Said Didu mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan jebakan China untuk aneksasi infrastruktur lainnya di Indonesia.

“Hari ini saya menyatakan bahwa jebakan Proyek Kereta Api Cepat China Jakarta - Bandung adalah pintu masuk China untuk aneksasi infrastruktur strategis di Indonesia,” tulisnya.

Sementara untuk proyek kereta cepat, sudah sejak tahun 2016 Said Didu menekankan bahwa proyek di era Jokowi berkuasa itu tidak layak dan laik. 

Baca Juga: China Diduga Incar Proyek Pemindahan Ibu Kota Indonesia

Dengan panjang trase 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki empat stasiun pemberhentian yakni Halim, Karawang, Walini, Tegalluar dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar.

Halaman:

Editor: Lazarus Sandya Wella


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X