Anggaran Rp 40 M Disiapkan Untuk Sulap Waduk Cacaban

- 16 Oktober 2020, 22:17 WIB
Bupati Tegal, Hj. Umi Azizah menjelaskan rencana detail rehabilitasi Waduk Cacaban (16 Oktober 2020) /

KABAR TEGAL - Tingkatkan fungsi operasional dan keselamatan bendungan Waduk Cacaban, Pemerintah berencana merehabilitasi kawasan yang juga berfungsi sebagai destinasi wisata andalan Kabupaten Tegal ini. Anggaran sebesar Rp 40 miliar telah disiapkan Bank Dunia untuk membiayai sejumlah pekerjaan di dalamnya. Informasi tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Adek Rizaldi saat membuka Sosialisasi Rencana Pekerjaan Remedial di Waduk Cacaban, Jumat (16 Oktober 2020).

Rehabilitasi bendungan Waduk Cacaban sendiri masuk dalam skala prioritas dari Proyek Peningkatan Operasional dan Keselamatan Bendungan Tahap 2 atau Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP2). Rizaldi mengatakan, kegiatan remedial atau rehabilitasi Waduk Cacaban akan dimulai bulan Oktober 2020 dan berakhir pada bulan Desember 2021 mendatang.

“Remidial yang dimaksud adalah menata ulang kawasan bandungan. Kegiatan remedial di Waduk Cacaban ini rencananya akan dilakukan di dua lokasi, yaitu remedial pekerjaan tubuh bendungan itu sendiri dan penataan kawasan di sekitar bendungan, disamping ada perbaikan pada spillway dan pengerukan sedimen,” kata Rizaldi.

Baca Juga: Pemkab Tegal Undang Investor Bangun PLTB Berkapasitas 67,2 Megawatt di Margasari

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Kementerian PUPR. Umi menilai, pekerjaan remedial tersebut sangat menguntungkan. Tidak hanya bagi masyarakat petani, tapi juga pelaku usaha pariwisata. “Melalui proyek ini, maka impian kita selama ini untuk menguatkan kembali citra Waduk Cacaban sebagai destinasi wisata unggulan dan andalan Kabupaten Tegal bisa segera terwujud,” ujar Umi.

Di hadapan warga pedagang dan pemilik perahu, Umi menitip pesan, agar mereka bersabar, merelakan tempat usahanya direlokasi ke tempat yang sudah ditentukan, termasuk mengalihkan usahanya selama lima hingga enam bulan ke depan sampai lokasi yang baru nantinya siap ditempati.

“Saya yakin, dengan tertatanya kawasan ini, ditunjang promosi kita nanti, jumlah wisatawan yang datang ke sini akan meningkat tajam. Saya sudah titip pesan ke dinas pariwisata agar daya tarik objek wisata di Waduk Cacaban ini tidak hanya menyuguhkan wisata alam dan fasilitas kenyamanan bagi para pengunjungnya saja, tapi juga ada atraksi wisata air seperti banana boatjet skiparasailing, trampolin air dan yang lainnya, termasuk event olah raga seperti ski air,” kata Umi yang disambut gembira warga setempat.

Kepala Bidang Kegiatan Operasi dan Pemeliharan Sumber Daya Air Dina Noviadriana menuturkan, penataan kawasan ini sendiri akan mencakup pekerjaan normalisasi bibir waduk, pembuatan dermaga dan lansekapnya, pembuatan pujasera untuk menampung 26 unit kios, pembuatan toilet dan mushola, pembuatan gardu pandang dan pujasera untuk 12 unit kios serta pembuatan playground dan lansekapnya. “Bisa kita lihat kondisi bibir waduk saat ini yang hanya berupa tanah untuk genangan waduk, nantinya akan diganti dengan dinding pasangan batu. Begitupun dengan warung-warung yang tidak tertata baik akan disempurnakan, salah satunya dengan konsep pujasera,” pungkasnya.***

Editor: Lazarus Sandya Wella


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X