Ganjar Pranowo Apresiasi Peran Satgas Jogo Tonggo Desa Randusari

- 11 Juni 2021, 12:09 WIB
Ganjar mengapresiasi peran Satgas Jogo Tonggo desa setempat yang tengah melakukan penjagaan pada 70 orang warganya saat jalani isolasi mandiri.*
Ganjar mengapresiasi peran Satgas Jogo Tonggo desa setempat yang tengah melakukan penjagaan pada 70 orang warganya saat jalani isolasi mandiri.* /

KABAR TEGAL- Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan mengenakan pakaian adat jawa, Ganjar meninjau Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kamis, 10 Juni 2021.

Di sini, ia mengapresiasi peran Satgas Jogo Tonggo desa setempat yang tengah melakukan penjagaan pada 70 orang warganya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Saat meninjau Posko Satgas Jogo Tonggo Desa Randusari, Ganjar mengaku terkesan dengan kekompakan dan semangat kegotongroyongan warga setempat.

“Ini bagus, bukti masih adanya keguyuban di tengah masyarakat. Ada semangat gotong royong, saling membantu kepada mereka yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Jogo Tonggo konsepnya adalah kekuatan dari masyarakat yang saling bergotong-royong,” kata Ganjar.

Baca Juga: Walau Zona Merah, Keterisian Rumah Sakit di Kabupaten Tegal Baru 53 Persen

Ganjar pun berharap, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tegal dapat menerapkan program Jogo Tonggo. Ia pun menitip pesan pada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal agar lebih aktif mengadakan operasi yustisi.

“Ketika semua desa dapat menerapkan Jogo Tonggo dengan baik dan masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan, harapannya laju penyebaran kasus Covid-19 dapat ditekan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Ganjar juga menyampaikan jika Pemkab Tegal harus memiliki skenario taktis manakala terjadi ledakan kasus Covid-19. Salah satunya, sambung Ganjar, menambah kapasitas tempat tidur pasien Covid-19, baik di ruang ICU maupun kamar isolasi. Selain itu, tempat isolasi terpusat juga perlu disiapkan, bisa menggunakan hotel atau wisma, bahkan bila perlu memanfaatkan gedung sekolah.

Baca Juga: Warga Desa Randusari Bersinergi Galang Dana, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

“Cek selalu bed occupancy rate-nya di setiap rumah sakit. Bila ada lonjakan kasus dan kekurangan tempat tidur, bisa memanfaatkan fasilitas Puskesmas terdekat. Jika masih kekurangan juga, bisa minta bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dukungan tempat isolasi terpusat. Seperti Bupati Kudus yang mengirimkan pasien Covid-19-nya ke Donohudan, juga Bupati Demak yang meminta bantuan tempat isolasi milik provinsi yang ada di Semarang,” jelas Ganjar.

Halaman:

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X