Panen Raya Jagung Bisi di Demplot Kodim Brebes

- 24 November 2022, 17:53 WIB
Forkopimda Kabupaten Brebes bersama segenap unsur melakukan panen raya jagung bisi/hibrida di demplot ketahanan pangan Kodim 0713 Brebes di Desa Songgom
Forkopimda Kabupaten Brebes bersama segenap unsur melakukan panen raya jagung bisi/hibrida di demplot ketahanan pangan Kodim 0713 Brebes di Desa Songgom /Sri Yatni/

KABAR TEGAL - Forkopimda Kabupaten Brebes bersama segenap unsur melakukan panen raya jagung bisi/hibrida di demplot ketahanan pangan Kodim 0713 Brebes di Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis, 24 November 2022.

Di lahan tanam seluas 2 hektar aset Kodim Brebes itu dihadiri sejumlah tamu undangan lain yaitu Bupati yang diwakili Kabid Ketahanan Pangan Brebes Joko Triyatno ST, Camat Songgom Sudiyanto SIP, para Danramil jajaran Kodim Brebes, Kapolsek diwakili Aiptu Joko S, PPL Kecamatan Songgom, dan juga sejumlah Poktan Desa Songgom.

Mewakili Dandim Letkol Infantri Tentrem Basuki, Danramil 03 Wanasari Mayor Har Sholehuddin mengatakan, penanaman jagung di lahan milik TNI ini merupakan upaya LTT (Luas Tambah Tanam) untuk mensukseskan program ketahanan pangan daerah dan nasional.

Baca Juga: Polri Jangkau Tempat Terisolir untuk Berikan Pasokan Kebutuhan Pokok

Lanjutnya, terwujudnya ketahanan pangan nasional mempunyai arti strategis untuk menjaga ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik, ketahanan nasional, dan kemandirian bangsa. Suatu negara akan kuat dan selamat jika ada dan mudah pangan karena pangan adalah kunci untuk menghadapi berbagai potensi krisis global.

Untuk itu, pemerintah melakukan berbagai kebijakan dimana diantaranya yaitu pengembangan keanekaragaman pangan, pengembangan potensi pangan lokal, mendorong penambahan lahan tanam, serta melakukan reformasi kebijakan dengan membatasi penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK untuk 9 komoditas utama yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi, dan kakao, demi menjaga ketersediaan pupuk nasional.

Jika suatu negara berdaulat pangan (food sovereignty) dan mandiri pangan (food resilience), maka fokus negara itu hanya tinggal memperkuat persenjataannya saja untuk memenangkan perang.

Baca Juga: Satu Anjing Pelacak Temukan Titik Diduga Korban Tertimbun Longsor Cianjur

Mewujudkan ketahanan pangan nasional dan stabilisasi harga bahan-bahan pokok di pasaran merupakan kewajiban pemerintah baik secara moral, sosial, maupun hukum. Begitu juga sebaliknya, membantu pemerintah dalam mewujudkan program tersebut sesuai kapasitas dan profesi masing-masing, juga merupakan kewajiban setiap individu bangsa karena merupakan salah satu sikap bela negara.

Halaman:

Editor: Dessi Purbasari


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x