Mendes PDTT Optimistis Pemutakhiran Data Berbasis SDGs Desa Tuntas Akhir Juli 2021

- 9 Juni 2021, 06:25 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. /Humas Kemendes PDTT

KABAR TEGAL - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar optimistis pemutakhiran data berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa akan tuntas pada akhir Juli 2021 mendatang.

Optimisme ini didasarkan pada catatan resmi jumlah data yang berhasil diunggah ke Sistem Informasi Desa (SID) hingga Selasa, 8 Juni 2021, yaitu sebanyak 38.533 Desa dengan 25.571.830 Kepala Keluarga dengan total warga mencapai 75 .429.368 orang.

"Ini menunjukkan sudah 65 persen warga desa yang terdata dengan merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) warga yang tinggal desa sebanyak 118 juta jiwa, yang setara 44 persen" kata Mendes PDTT dalam keterangan resminya, Selasa, 8 Juni 2021.

Baca Juga: Inovasi Kala Pandemi, Polres Pemalang Buka Layanan SIM dan SKCK Malam Hari

Menurut Mendes PDTT pemutakhiran data berbasis SDGs Desa akan menghasilkan potret kondisi riil desa terhadap semua persoalan dan potensi yang dihadapi.
SDGs Desa juga dinilai memberikan perhatian seimbang atas pemetaan terhadap masalah dan potensi yang dimiliki Desa, terutama masalah perempuan dan anak.

“Jika bisa menyelesaikan semua permasalahan di tingkat desa, maka telah mendukung proses penyelesaian masalah perempuan dan anak sebesar 43 persen,” kata dia.

Lebih lanjut Mendes PDTT mengatakan permasalahan desa yang sudah dipetakan dari pemutakhiran data tersebut akan dijawab dengan perencanaan pembangunan yang berbasis data.

Baca Juga: Genjot Inovasi OPD Jateng, Ganjar Pranowo akan Bentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah

Dengan demikian dipastikan tidak akan terjadi adu otot dalam Musyawarah Desa (Musdes), melainkan adu data soal permasalahan yang dihadapi desa seperti perempuan, anak, kesehatan, kemiskinan dan pendidikan.

Halaman:

Editor: Dwi Prasetyo Asriyanto


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X